CARA MEMBUAT DAN RESEP KETUPAT SAYUR KHAS JAKARTA
Selain perbedaan dari segi jasmani dan rokhani antara seorang waliulloh dengan orang biasa atau orang awam juga memiliki pembeda dalam menentukan atau menyikapi dan menyimpulkan adanya sebuah hadits hadits yang bersifat shoheh dan bersifat dhoif. Mengenai yang di namakan hadits soheh dan hadits dhoif adalah untuk yang di sebut hadits soheh adalah sebuah hadits atau penjelasan tentang semua yang pernah di lakukan atau di jalankan oleh beliau rosululoh muhamad saw, sedangkan untuk yang di sebut hadits dhoif adalah merupakan sebuah riwayat yang tidak pernah di lakukan oleh beliau rosululoh muhamad saw akan tetapi di buat serta di olah sedemikian rupa seolah olah menjadi perbuatan atau perintah dari beliau rosululoh muhamad saw dengan demikian adanya hadits dhoif adalah hadits palsu. Dalam mengetahui mengenai kebenaran atau tidaknya dari sebuah hadits antara yang shoheh dan hadits dhoif, dari para orang orang yang menjadi waliullah atau manusia pilihan ALLAH berbeda orang awam atau orang orang biasa. Adapun dari perbeda dalam memahami adanya kesohehan dari sebuah hadits, dimana sebagai di pahami bersama untuk sebuah hadits yang bersifat dhoif sangatlah banyak dan beragam. dan dari para waliullah dalam memahami dan mengecek kebenaranya berbeda dengan cara kita sebagai orang awam di antaranya adalah :
Mengenai memahami adanya suatu hadits dan dalam mengetahui kebenaran apakah benar benar shoheh bersumber dari rosululoh muhamad saw bukan hadits dhoif dari para waliulloh manusia adalah dengan cara mencium bau dari sebuah hadits yang hendak di cek kebenaranya apabila baunya harum itu pertanda hadits soheh namun apabila tidak mengeluarkan bau yang harum itu mendakan tidak soheh atau dhoif. Dan perlu kita ketahui agar atau untuk dapat mengeluarkan bau yang harum atau tidaknya dari sebuah hadits tersebut para waliulloh melakukan sholar riyadoh terlebih dahulu untuk mendapat petunjuk dari ALLAH SWT. adanya cara atau metode seperti itu lebih sulit, lebih membutuhkan kebersihan hati atau kejernihan hati dan kedekatan yang khusus dengan ALLAH SWT, berbeda dengan kita dalam mengetahui kesohehan atau tidaknya terhadap hadits yaitu cenderung lebih mudah dan gampang dengan cara konvensial dengan cara melalui media membaca atau perantara orang lain atau cara yang lazim yang biasa di lakukan dan di pakai orang orang banyak.
Sekian dari kami atas kekurangan mohon maaf dan anggap angin lalu.